7 Tips Menghindari Stres pada Lansia
Lansia cenderung lebih rentan mengalami stres, yang dapat berdampak pada kesehatan jantung, daya ingat, dan kondisi emosional. Berikut 7 tips praktis untuk membantu mengatasinya.
Pasangan lansia ceria menikmati waktu santai di taman
7 Tips Menghindari Stres pada Lansia
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, jumlah penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 34 juta jiwa (11.9%) pada tahun 2026, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 48,2 juta jiwa (15,77%) pada tahun 2035. Setiap orang pasti pernah mengalami stres, meskipun tingkat keparahannya berbeda-beda. Lansia cenderung lebih rentan mengalami stres. Stres dapat dikatakan wajar apabila tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang.
Gejala stres pada lansia dapat berdampak serius, di antaranya risiko stroke, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, kecemasan berlebihan, mudah menangis, penurunan daya ingat yang tajam, mudah terpengaruh oleh orang lain, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.
Stres pada lansia perlu ditangani dengan memperhatikan beberapa tips berikut ini.
Tips menghindari stres pada lansia:
- Meditasi. Merupakan cara efektif mengontrol stres, idealnya didampingi oleh tenaga profesional. Jika tidak memiliki biaya lebih, ajak lansia ke tempat yang sejuk dan tenang seperti pegunungan; udara segar dan suasana yang tidak bising cukup ampuh menyegarkan pikiran.
- Ajak Tertawa. Tertawa dikenal luas memberi manfaat awet muda dan membantu menghindari stres, dan hal ini juga berlaku bagi lansia.
- Jalan Pagi Hari. Berjalan kaki pada pukul 05.30–07.00 pagi, kebiasaan yang umum dilakukan penduduk di area pegunungan, dapat membantu menyegarkan pikiran.
- Hindari Menumpuk Masalah. Sebagian besar stres diakibatkan oleh masalah yang tidak kunjung terselesaikan. Selesaikan masalah sesegera mungkin agar tidak menumpuk hingga usia lanjut. Jika memiliki masalah, segera minta bantuan kerabat atau keluarga.
- Hindari Keletihan Berlebihan. Kelelahan dapat memicu amarah yang berujung pada stres, sehingga dokter umumnya tidak menyarankan lansia untuk bekerja terlalu keras.
- Hindari Suasana yang Terlalu Bising. Meski bukan penyebab paling umum, suasana yang penuh teriakan atau kebisingan berlebihan dapat memicu jantung berdebar dan memperburuk suasana hati lansia.
- Check Up Rutin. Pemeriksaan kesehatan umum secara rutin dianjurkan terutama bagi yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas, meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), leukosit, trombosit, kolesterol, lemak, gliserol, gula darah, dan tekanan darah. Pemeriksaan ini penting karena banyak penyakit tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara bertahap.
Beberapa tips di atas adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu menghindari stres pada lansia. Meski demikian, stres pada lansia tidak selalu dapat sepenuhnya dihindari, karena juga bergantung pada perilaku dan kebiasaan setiap individu. Bagi Anda atau keluarga yang telah memasuki masa lansia, tips-tips di atas dapat membantu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.
RUKUN Senior Living
Kawasan Darmawan Park
Jl. Babakan Madang No. 99
Sentul Selatan – Bogor 16810
Telp. 021 8795 1525
Facebook: RUKUNSeniorLiving
Instagram: @rukunseniorlivingindonesia
Stres dapat dikatakan normal apabila tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Namun jika berkepanjangan, gejalanya dapat berdampak serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, hingga penurunan daya ingat.
Tanda-tandanya antara lain kecemasan berlebihan, mudah menangis, penurunan daya ingat yang tajam, mudah terpengaruh orang lain, dan menarik diri dari pergaulan.
Beberapa cara sederhana meliputi meditasi, mengajak tertawa, berjalan kaki di pagi hari, menghindari menumpuk masalah, menghindari keletihan berlebihan, dan menjaga suasana yang tenang.
General check up dianjurkan dilakukan secara rutin, terutama bagi yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas, meliputi pemeriksaan hemoglobin, leukosit, trombosit, kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.
Tidak selalu. Stres pada lansia bergantung pada perilaku dan kebiasaan masing-masing individu, sehingga tips di atas berfungsi untuk membantu mengelola dan mengurangi risikonya, bukan menghilangkannya sepenuhnya.