Langsung ke konten utama

Perbedaan Lupa Biasa dan Demensia pada Lansia

Tidak semua kelupaan berarti demensia. Memahami perbedaan utama antara perubahan memori terkait usia dan gangguan memori akibat demensia membantu keluarga mengetahui kapan harus mencari bantuan medis.

Lansia tampak berpikir – ilustrasi perbedaan antara lupa biasa dan demensia

Lansia tampak berpikir – ilustrasi perbedaan antara lupa biasa dan demensia

Perbedaan Lupa Biasa dan Demensia pada Lansia

Lupa adalah Bagian Normal dari Penuaan

Seiring bertambahnya usia, kemampuan memori dapat sedikit menurun. Namun, perubahan ini biasanya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Contoh lupa normal:

  • lupa nama seseorang tetapi kemudian mengingatnya;
  • lupa di mana menaruh barang; atau
  • membutuhkan waktu lebih lama mempelajari sesuatu.

Lupa yang Menjadi Tanda Demensia

Pada demensia, gangguan memori jauh lebih serius.

Contohnya:

  • lupa nama anggota keluarga dekat;
  • tidak mampu mengikuti percakapan;
  • tersesat di tempat yang familiar; atau
  • tidak mampu melakukan aktivitas rutin.

Perbedaan utama adalah dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.


Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasikan jika seseorang mengalami:

  • gangguan memori yang memburuk;
  • kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari; atau
  • perubahan perilaku yang drastis.

RUKUN Senior Living
Kawasan Darmawan Park
Jl. Babakan Madang No. 99
Sentul Selatan – Bogor 16810
Telp. 021 8795 1525
Facebook: RUKUNSeniorLiving
Instagram: @rukunseniorlivingindonesia

Daftar Pustaka

  • National Institute on Aging (2023). Memory, Forgetfulness, and Aging.
  • Alzheimer's Society UK (2023).
Kategori: Demensia
Dipublikasikan:

Perbedaan paling mendasar terletak pada dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Lupa biasa — seperti lupa nama seseorang namun kemudian mengingatnya, atau butuh waktu lebih lama untuk mempelajari sesuatu — umumnya tidak mengganggu aktivitas rutin. Lupa akibat demensia jauh lebih serius dan dapat mengakibatkan seseorang tidak mampu mengenali keluarga dekat, mengikuti percakapan, atau melakukan aktivitas sehari-hari yang sudah biasa dilakukan.

Tidak. Meskipun kemampuan memori dapat sedikit menurun seiring usia, penurunan ini biasanya bersifat ringan dan tidak menghalangi kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari secara normal. Demensia bukan bagian normal dari penuaan dan tidak terjadi pada semua orang lanjut usia.

Segera cari bantuan medis jika seseorang mengalami: gangguan memori yang semakin memburuk dari waktu ke waktu; kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari yang sebelumnya biasa dilakukan; atau perubahan perilaku yang drastis seperti menjadi mudah marah, sangat curiga, atau menarik diri dari kehidupan sosial. Semakin dini diagnosis diperoleh, semakin banyak pilihan perawatan yang tersedia.

Lupa normal: lupa nama tetangga namun kemudian mengingatnya; lupa di mana menaruh kunci rumah; membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar menggunakan aplikasi baru. Lupa yang mengindikasikan demensia: lupa nama anak atau pasangan sendiri; tersesat di lingkungan rumah yang sudah dikenal bertahun-tahun; tidak dapat mengikuti alur percakapan sederhana.

Ya. PT. RUKUN SAHABAT SENIOR menyediakan layanan demensia terpadu melalui RUKUN Senior Care (Sentul), RUKUN Dementia Support Center (Cipete), dan RUKUN Group Home (Bintaro). Selain itu, RUKUN Senior Living juga menawarkan pendampingan oleh Caregiver terlatih 24 jam, program kegiatan harian terstruktur, serta fasilitas rehabilitasi fisik untuk mengoptimalkan kualitas hidup warga dengan demensia.