Cara Mencegah Demensia dan Alzheimer: Aktivitas yang Terbukti Menjaga Kesehatan Otak
Meskipun Alzheimer tidak bisa sepenuhnya dicegah, riset menunjukkan bahwa gaya hidup aktif secara mental, sosial, dan fisik dapat menunda kemunculan gejala hingga lima tahun. Temukan lima strategi berbasis bukti.
Lansia melakukan aktivitas perangsang otak – membaca, seni, dan interaksi sosial untuk mencegah demensia
Cara Mencegah Demensia dan Alzheimer: Aktivitas yang Terbukti Menjaga Kesehatan Otak
Demensia merupakan kondisi yang menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Penyebab paling umum dari demensia adalah penyakit Alzheimer.
Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dan jumlah ini diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia.
Meskipun tidak ada cara yang dapat sepenuhnya mencegah Alzheimer, penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup aktif secara mental, sosial, dan fisik dapat membantu menunda munculnya gejala demensia.
Sebuah penelitian besar yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menemukan bahwa orang yang aktif secara kognitif sepanjang hidup dapat mengalami gejala Alzheimer sekitar lima tahun lebih lambat dibandingkan mereka yang kurang aktif secara mental.
1. Melatih Otak dengan Aktivitas Mental
Aktivitas yang merangsang otak dapat membantu memperkuat koneksi antar sel saraf dan meningkatkan kemampuan otak untuk menghadapi proses penuaan. Contoh aktivitas yang baik untuk kesehatan otak:
- membaca buku atau artikel;
- menulis jurnal atau cerita;
- bermain teka-teki silang atau sudoku;
- bermain catur atau permainan strategi;
- belajar bahasa baru; dan
- mempelajari keterampilan baru.
Aktivitas tersebut membantu membangun cognitive reserve, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi terhadap perubahan akibat penuaan atau penyakit.
Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan aktivitas mental yang tinggi memiliki 38% risiko lebih rendah mengalami Alzheimer dibandingkan mereka yang kurang aktif secara mental.
2. Menjaga Hubungan Sosial yang Aktif
Kesepian dan isolasi sosial diketahui dapat meningkatkan risiko demensia. Sebaliknya, orang yang memiliki hubungan sosial yang aktif cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik. Contoh aktivitas sosial yang bermanfaat:
- bergabung dengan komunitas atau klub hobi;
- mengikuti kegiatan edukasi atau komunitas;
- berkumpul dengan teman dan keluarga;
- melakukan kegiatan sukarela; dan
- mengikuti aktivitas komunitas lansia.
Interaksi sosial membantu menjaga kesehatan mental sekaligus memberikan stimulasi kognitif bagi otak.
Menurut The Lancet Commission on Dementia Prevention, isolasi sosial merupakan salah satu faktor risiko demensia yang dapat dimodifikasi melalui perubahan gaya hidup.
3. Aktivitas Seni dan Musik
Kegiatan kreatif seperti musik dan seni juga dapat membantu menjaga fungsi kognitif. Penelitian menemukan bahwa orang yang rutin mendengarkan musik atau memainkan alat musik memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami penurunan kognitif.
Aktivitas seni melibatkan banyak fungsi otak sekaligus, termasuk memori, koordinasi motorik, konsentrasi, dan emosi. Karena itu, seni sering digunakan dalam program terapi bagi lansia dan penderita demensia.
4. Olahraga dan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Salah satu aktivitas yang sangat bermanfaat adalah menari, karena menggabungkan aktivitas fisik, koordinasi, dan interaksi sosial.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menari lebih dari sekali seminggu memiliki risiko demensia hingga 76% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang menari.
Selain menari, aktivitas fisik yang baik untuk kesehatan otak antara lain berjalan kaki, berenang, bersepeda, yoga, dan senam ringan. WHO merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu untuk orang dewasa.
5. Menjaga Kebiasaan Belajar Sepanjang Hidup
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar sejak usia muda hingga lanjut usia dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak. Beberapa contoh kebiasaan yang mendukung kesehatan otak:
- membaca buku secara rutin;
- mengikuti kursus atau pelatihan;
- mempelajari keterampilan baru; dan
- mengunjungi museum atau kegiatan edukasi.
Kebiasaan belajar membantu memperkuat jaringan saraf dan meningkatkan kemampuan otak untuk beradaptasi terhadap perubahan.
Kesimpulan
Demensia dan Alzheimer merupakan kondisi yang kompleks, tetapi banyak faktor risiko yang dapat dipengaruhi oleh gaya hidup. Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan otak antara lain:
- melakukan aktivitas yang merangsang otak;
- menjaga hubungan sosial yang aktif;
- melakukan aktivitas seni atau musik;
- berolahraga secara teratur; dan
- terus belajar hal baru sepanjang hidup.
Kebiasaan ini dapat membantu menunda munculnya gejala demensia dan meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.
RUKUN Senior Living
Kawasan Darmawan Park
Jl. Babakan Madang No. 99
Sentul Selatan – Bogor 16810
Telp. 021 8795 1525
Facebook: RUKUNSeniorLiving
Instagram: @rukunseniorlivingindonesia
Daftar Pustaka
- Zammit, A. R., et al. (2023). Neurology — American Academy of Neurology.
- World Health Organization (2023). Dementia Fact Sheet.
- Livingston, G., et al. (2020). Dementia Prevention, Intervention, and Care. The Lancet.
- Stern, Y. (2012). Cognitive Reserve in Ageing and Alzheimer's Disease.
Saat ini belum ada cara yang dapat sepenuhnya mencegah Alzheimer. Namun, gaya hidup sehat yang mencakup aktivitas mental, olahraga teratur, dan hubungan sosial yang aktif dapat membantu menunda munculnya gejala. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang aktif secara kognitif sepanjang hidup dapat mengalami gejala Alzheimer sekitar lima tahun lebih lambat.
Aktivitas yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan otak meliputi: aktivitas mental (membaca, bermain teka-teki, belajar hal baru, bermain catur), menjaga hubungan sosial yang aktif, kegiatan seni dan musik, olahraga teratur (khususnya menari, jalan kaki, berenang, dan yoga), serta mempertahankan kebiasaan belajar sepanjang hidup. Kombinasi kebiasaan ini terbukti membantu membangun dan mempertahankan cognitive reserve.
Ya. Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga kesehatan pembuluh darah yang penting untuk fungsi kognitif. Penelitian secara khusus menemukan bahwa menari lebih dari sekali seminggu dikaitkan dengan risiko demensia hingga 76% lebih rendah. WHO merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
Ya. Interaksi sosial membantu merangsang otak dan mengurangi risiko kesepian yang dapat meningkatkan risiko demensia. The Lancet Commission on Dementia Prevention mengidentifikasi isolasi sosial sebagai salah satu faktor risiko demensia yang dapat dimodifikasi. Orang dengan hubungan sosial aktif cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik.
Cognitive reserve adalah kemampuan otak untuk beradaptasi terhadap perubahan akibat penuaan atau penyakit — semacam 'cadangan kapasitas' otak yang memungkinkannya tetap berfungsi lebih baik meskipun mengalami kerusakan fisik. Cognitive reserve dibangun melalui aktivitas mental yang tinggi sepanjang hidup. Penelitian oleh Stern (2012) menunjukkan bahwa cognitive reserve yang lebih tinggi berkaitan dengan kemunculan gejala Alzheimer yang lebih lambat.