Interaksi Sosial Bagi Senior Dengan Demensia dan Alzheimer Adalah Hal Terpenting
Studi besar terhadap lebih dari 800 lansia dengan demensia menemukan bahwa satu jam interaksi sosial per minggu saja sudah meningkatkan kualitas hidup secara signifikan. Pelajari temuannya dan penerapannya di RUKUN.
Seorang caregiver berinteraksi dengan hangat bersama lansia penderita demensia di hunian senior
Interaksi Sosial Bagi Warga Dengan Demensia dan Alzheimer Adalah Hal Terpenting

Berinteraksi atau melayani warga senior dengan demensia dan Alzheimer adalah hal yang tidak mudah. Maka, dapat dimengerti jika warga dengan demensia sering diasingkan oleh orang-orang sekitarnya. Namun sebetulnya interaksi sosial justru mempermudah proses melayani warga dengan demensia. Sebuah studi riset oleh Universitas Kedokteran Exeter di Inggris telah menyimpulkan bahwa hanya dengan minimal satu jam seminggu, interaksi sosial dapat meningkatkan kualitas hidup warga dengan demensia. Kesimpulannya, interaksi sosial bagi warga dengan demensia dan Alzheimer adalah hal yang sangat penting.
Manfaat Interaksi Sosial pada Alzheimer: Hasil Penelitian
Studi yang melibatkan lebih dari 800 warga senior dengan demensia di 69 sarana hunian senior di Inggris menemukan bahwa meningkatkan jumlah waktu berinteraksi dengan demensia dapat meningkatkan kesejahteraan warga senior ketika dikombinasikan dengan layanan perawatan yang sesuai kebutuhannya. Selain meningkatkan kualitas hidup, waktu sosialisasi juga mengurangi tingkat keresahan dan perilaku agresif warga.
Pelaku studi ini, Profesor Clive Ballard, menyatakan: "Meskipun banyak penyedia jasa pelayanan senior yang sangat baik, standarnya masih sangat bervariasi. Kami sebelumnya telah menemukan bahwa jumlah rata-rata interaksi sosial untuk orang dengan demensia dan Alzheimer adalah hanya dua menit per hari. Maka, tidaklah mengherankan jika hal itu memiliki efek langsung pada kualitas hidup dan keresahan warga dengan demensia."
Studi ini didanai oleh National Institute of Health Research dan berlangsung antara Januari 2013 dan September 2015. Warga dengan demensia diseleksi secara acak untuk ikut serta dalam studi ini selama sembilan bulan atau melanjutkan dengan kehidupan sehari-hari mereka yang biasa. Pada akhir periode, semua peserta dinilai berdasarkan kualitas hidup, insiden keresahan, dan gejala lainnya.
Dua staf perawatan di setiap hunian senior ditunjuk untuk melakukan tugas-tugas sederhana seperti berinteraksi dengan warga demensia tentang kesukaan mereka dan hal-hal terkait perawatan mereka. Analisa data yang dihasilkan menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik. Ditemukan bahwa warga yang termasuk dalam program ini mengalami kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalaminya. Manfaat paling besar ditemukan pada warga dengan tingkat demensia yang lebih tinggi. Penelitian yang dipimpin oleh Universitas Exeter, King's College London dan Yayasan Kesehatan Oxford NHS ini diakui sebagai studi terbesar yang valid dalam mengukur kesejahteraan warga dengan demensia yang tinggal di hunian senior.
Tantangan Selanjutnya
Dr. Jane Fossey dari Yayasan Kesehatan Oxford NHS menjelaskan bahwa pendekatan yang berfokus pada kebutuhan individu mewajibkan pengenalan setiap warga sebagai individu. Termasuk, memahami keinginan dan preferensi mereka masing-masing, dan mencerminkan hal ini dalam semua aspek pelayanan perawatan mereka. Ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga itu sendiri dan juga bermanfaat bagi staf yang memberi pelayanan.
Menurut Alzheimer's Society di Inggris ada sekitar 850.000 orang dengan demensia. Demensia dan Alzheimer adalah tantangan kesehatan terbesar yang dihadapi negara itu. Angka penderita demensia diperkirakan akan meningkat menjadi 1 juta lebih pada 2025 dan 2 juta pada 2051.
Doug Brown, Direktur Riset di Alzheimer's Society, mengatakan: "Studi ini menunjukkan bahwa pelatihan staf dalam memberikan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, kegiatan dan interaksi sosial dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan warga dengan demensia di sarana hunian senior."
Sebagai penyedia Dementia Support Solution, RUKUN melayani senior dengan demensia melalui jasa hunian dan sentra kegiatan untuk mengoptimalkan kesehariannya di tiga lokasi:
RUKUN Senior Care, Sentul
RUKUN Dementia Support Center, Cipete
RUKUN Group Home, Bintaro
Dengan suasana yang akrab dan penuh interaksi, RUKUN memberikan kenyamanan hidup bagi warga yang memerlukan perhatian lebih dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Anda yang merawat orang tua dengan demensia di rumah, dapatkan tips berkomunikasi dengan warga demensia.
RUKUN Dementia Support Solution
Email: info@rukunseniorliving.com
Phone: 021 8795 1525
Referensi: The Guardian — Social Interaction and Dementia Patients (7 Feb 2018)
Studi oleh Universitas Exeter yang melibatkan lebih dari 800 warga senior dengan demensia di 69 hunian senior di Inggris menemukan bahwa hanya satu jam interaksi sosial per minggu sudah cukup untuk meningkatkan kualitas hidup secara signifikan. Warga yang berpartisipasi dalam program interaksi sosial terstruktur mengalami kebahagiaan yang lebih tinggi dan tingkat keresahan serta perilaku agresif yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.
Menurut Profesor Clive Ballard dari Universitas Exeter, meski banyak penyedia layanan perawatan senior yang sudah sangat baik, standarnya masih sangat bervariasi. Sebelum studi ini, rata-rata interaksi sosial bagi penderita demensia di fasilitas perawatan hanya dua menit per hari — jauh di bawah ambang yang terbukti bermanfaat.
Person-centred care adalah pendekatan perawatan yang mengharuskan pengenalan setiap warga sebagai individu unik — memahami keinginan dan preferensi pribadi mereka, dan mencerminkan hal tersebut dalam setiap aspek pelayanan. Dr. Jane Fossey dari Oxford Health NHS Foundation Trust menyatakan bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus bermanfaat bagi staf perawat yang memberikan layanan.
RUKUN menyediakan layanan demensia di tiga lokasi: RUKUN Senior Care di Sentul (Bogor), RUKUN Dementia Support Center di Cipete (Jakarta Selatan), dan RUKUN Group Home di Bintaro. Ketiganya dioperasikan oleh PT. RUKUN SAHABAT SENIOR dan menawarkan hunian serta sentra kegiatan untuk mengoptimalkan keseharian warga dengan demensia.
Menurut Alzheimer's Society di Inggris, pada saat studi dilakukan terdapat sekitar 850.000 penderita demensia di negara tersebut. Angka ini diproyeksikan akan meningkat menjadi lebih dari 1 juta pada 2025 dan 2 juta pada 2051, menjadikan demensia sebagai tantangan kesehatan terbesar yang dihadapi.